HUMBLE ADORATIONS BEHIND KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

Ida Bagus Arya Lawa Manuaba

Abstract


ABSTRACT   
This research which deals with critical discourse analysis aims (1) to find out meanings of terms and vocabularies in Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) to analyze meanings of Kakawin Banawa Sekar Tanakung in religious context, and (3) to reveal ideology behind the Kakawin Banawa Sekar Tanakung. The subject of this study was Kakawin Banawa Sekar Tanakung in ancient Javanese language, while the techniques of data collections were documentation. The data was then analyzed descriptively based on theory of Critical Discourse Analysis, theory of Natural Semantic Metalanguage and theory of meaning. The results of data analysis show that (1) most meanings of terms and vocabularies in the Kakawin Banawa Sekar Tanakung were reduced and broadened due to the influence of local culture and historical events. Some words are still common in today’s society, especially the Balinese in which ancient Javanese literatures are kept preserved today. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung has a religious and ethical meaning, that people’s life in the ancient Java was religiously patterned. Besides, the kakawin showed that people of the ancient Java maintained their respects and submissiveness to the royal authorities. (3) The ideology of Kakawin Banawa Sekar Tanakung is submissive adoration, seen from the way the poet selected words and presented the kakawin through humble language choices. Considering that kakawins have valuable religious, moral, and educational values, further research on ancient Javanese literature are needed. Critical analysis according to the context of the kakawin should be conducted for the raise of Indonesian research on local assets.           
2   
PUJIAN DENGAN KERENDAHAN HATI  DALAM KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS  
oleh Ida Bagus Arya Lawa Manuaba NIM. 1029011062  
Jurusan Pendidikan Bahasa  Program Pascasarjana  Universitas Pendidikan Ganesha Juli 2012   
ABSTRAK   
Penelitian yang berorientasi pada analisis wacana kritis ini bertujuan (1) menemukan makna istilah dan kosa kata dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) menganalisis makna Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam konteks religius, serta (3) mengungkap ideology di balik penyusunan Kakawin Banawa Sekar Tanakung. Subjek penelitian ini adalah ayat-ayat Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam Bahasa Jawa Kuno, sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori analisis wacana kritis, teori semantik alami metabahasa dan teori makna. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) kebanyakan makna istilah dan kata yang termuat dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung mengalami baik penyempitan maupun perluasan makna yang dipengaruhi oleh budaya local dan peristiwa sejarah. Beberapa kata masih digunakan oleh masyarakat hingga saat ini, terutama masyarakat Bali yang masih mempertahankan keberadaan karya sastra Jawa Kuno. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung memiliki makna religious dan etis, bahwa kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa itu tertata secara agamais. Di samping itu, kakawin ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Kuno mempertahankan rasa hormat dan kepatuhan mereka kepada otoritas kerajaan. (3) Ideologi Kakawin Banawa Sekar Tanakung adalah berupa sanjungan yang diekspresikan dengan bahasa yang merendah. Ini dilihat dari bagaimana penyair memilih kata-kata dan menulis kakawin-nya dengan pilihan kata yang menggambarkan kerendahan hati.  Menyadari bahwa banyak kakawin memiliki nilai agama, moral dan pendidikan, penelitian lebih mendalam menyangkut karya sastra Jawa Kuno sangat diperlukan. Analisis kritis sesuai dengan konteks kakawin harus dipacu demi bangkitnya penelitian-penelitian mengenai aset lokal Indonesia.    
Kata kunci: kakawin banawa sekar tanakung, analisis wacana kritis, semantik alami metabahasa.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.